ARTIKEL

Beberapa Faktor Penyebab Kerontokan Bunga dan Solusinya


Widodo Dripp

Senin,22 Juli 2019

Beberapa Faktor Penyebab Kerontokan Bunga dan Solusinya

     

Tinggi rendahnya produktivitas tanaman ditentukan oleh jumlah bunga produktif, yaitu bunga yang berhasil dibuahi lewat penyerbukan hingga menjadi buah. Pada tanaman yang menghasilkan buah, diantaranya cabai, tomat, semangka, melon, timun, dal lain sebagainya, masa berbunga merupakan fase yang paling rentan bagi tanaman serta penuh tantangan bagi pekebun.

Bisa diibaratkan seperti masa-masa kehamilan pada seorang ibu, dimana terjadi perubahan fisik, hormonal dan psikologis yang mempengaruhi kondisi kesehatan ibu dan janinnya. Maka pada fase berbunga tanaman juga mengalami perubahan fisiologis dan hormonal yang berpengaruh pada kondisi tanaman secara langsung.

Masalah yang paling umum ditemui adalah kerontokan bunga. Untuk mengatasi kerontokan bunga dan buah biasanya para pekebun disarankan menyemprotkan kalsium melalui daun. Seringkali langkah ini berhasil mengurangi kerontokan, namun tak sedikit pula yang gagal atau sedikit berpengaruh. Sebenarnya kerontokan bunga tidak semata disebabkan defisiensi unsur kalsium. Ada berapa penyebab lain yang harus kita ketahui sebelum menentukan solusinya.

 

1. Gangguan penyerbukan

Penyerbukan adalah sebuah peristiwa alami jatuhnya serbuk sari lalu menempel pada kepala putik sehingga terjadi proses pembuahan sempurna pada bunga dan melalui proses fotosintesis. Proses penyerbukan bisa terjadi karena bantuan angin, serangga (semut, lebah, kupu-kupu dan lain-lain), maupun manusia. Manakala penyerbukan ini gagal, maka bunga tersebut akan mandul dan akan gugur dengan sendirinya. Kegagalan proses penyerbukan bisa disebabkan beberapa hal diantaranya:

  • Tidak adanya serangga karena dampak penggunaan insektisida yang berlebihan.
  • Penyemprotan pestisida yang mengenai putik sari bunga pada saat-saat bertepatan dengan terjadinya proses penyerbukan
  • Tiupan angin yang terlalu kencang
  • Hujan deras yang meluruhkan serbuk sari

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, yang sebaiknya diperhatikan pada saat tanaman cabai sedang giat-giatnya berbunga adalah:

  • Jika terpaksa menggunakan pestisida pilihlah yang berspektrum sempit (spesifik) sehingga tidak membunuh serangga-serangga lain yang berperan dalam penyerbukan. Agar tidak mengganggu putik sari, usahakan mengatur nozel agar menghasilkan partikel air yang halus / mengabut.
  • Untuk menarik serangga penyerbuk (pollinator) tanamlah bunga-bunga pemikat seperti kenikir, calendula, marigold, bunga matahari dan bunga-bunga berwarna kuning atau putih. Selain menarik serangga penyerbuk, tanaman ini juga mengundang musuh alami (predator) yang bisa menekan serangga hama.
  • Perhatikan tiupan angin. Jika lahan berada di tanah lapang yang terbuka, dan sedang musim angin kencang sebaiknya lahan dipagari dengan mulsa / plastik / anyaman daun kelapa. Tidak perlu terlalu rapat namun sekedar bisa menghambat tiupan angin yang terlalu kencang.

 

2. Kelebihan unsur nitrogen (N)

Terlalu banyak unsur N terutama nitrat pada saat tanaman sedang giat berbunga membuat tanaman cenderung kembali aktif membentuk organ-organ pertumbuhan / vegetatif seperti tunas-tunas daun daripada membentuk bunga. Adapun bunga yang sudah muncul menjadi rentan dan mudah rontok. Oleh karenanya disarankan saat tanaman telah memasuki fase berbunga, gunakan pupuk dengan kandungan N rendah, dan tingkatkan unsur P. Sayangnya unsur P ini lambat terserap oleh tanaman melalui akar dan bersifat immobile, sehingga penambahan pupuk P seringkali terlambat mengatasi masalah kerontokan bunga karena overdosis unsur N. Untuk mengatasi masalah tersebut gunakan FOCUS P yang bersifat instan dan cepat diserap melalui daun.   

 

3. Kekurangan atau kelebihan air

Masa berbunga tanaman adalah persiapan pembentukan calon buah. Pada fase ini beban metabolisme meningkat pesat dan tanaman sangat membutuhkan air yang cukup untuk mempersiapkan pembentukan buah berikut biji. Minimnya pasokan air membuat tanaman berusaha mengurangi beban metabolisme agar dapat terus bertahan hidup. Caranya dengan menggugurkan sebagian bunga dan daun-daun melalui pembentukan jaringan gabus di antara tangkai batang dan bunga / daun, sehingga bunga / daun akan gugur dengan sendirinya. Fenomena ini disebut absisi.

Selain kekurangan air, Pengairan yang berlebihan juga akan membuat sel-sel tanaman menjadi turgid dan rentan, termasuk sel-sel tangkai bunga sehingga mudah rontok. Air yang berlebihan juga akan membuat tanah kurang oksigen sebagai salah satu syarat bagi pembentukan bunga.
Menjaga kadar air pada tanah (dalam kondisi selalu lembab dan tidak tergenang) sangat penting pada fase ini. Jika tanah terlalu kering, maka perlu dilakukan menyiraman lebih intensif. Dan jika air mudah menggenang, maka perlu dilakukan pembenahan drainase yang lebih baik.

                                                                                                          

4. Terbatasnya energi untuk metabolisme.

Tak hanya manusia dan binatang yang butuh energi. Tanaman pun butuh energi yang cukup untuk berlangsungnya proses-proses metabolisme diantaranya membentuk organ mulai dari pucuk sampai akar, membentuk senyawa pertahanan alami terhadap hama dan penyakit, untuk beradaptasi terhadap cuaca dan iklim, serta membentuk karbohidrat dan organ-organ generatif seperti buah dan biji.  

Fase berbunga merupakan peralihan dari fase vegetatif (pertumbuhan) menuju fase generatif. Saat itulah tanaman membutuhkan energi yang sangat besar untuk mempersiapkan pembentukan organ generatif.

Jika pada fase peralihan ini tanaman mendapatkan energi yang cukup, maka pembentukan bunga dan calon buah akan berjalan lancar. Sebaliknya jika tanaman mengalami keterbatasan energi maka tanaman akan mengurangi beban metabolisme dengan cara merontokkan bunga.

Keterbatasan energi metabolisme bisa disebabkan karena terjadinya beberapa masalah yang membuat tanaman harus membagi-bagi porsi energi, antara lain :

a.  Cuaca dan suhu yang labil dan ekstrim

Ketika menghadapi kondisi suhu dan cuaca yang labil, secara alamiah tanaman harus selalu melakukan adaptasi atau penyesuaian diri agar dapat terus bertahan hidup. Proses adaptasi ini tentunya memerlukan energi. Semakin labil cuaca dan suhu, semakin sering tanaman harus beradaptasi, maka energi yang digunakan pun akan semakin banyak, sehingga tanaman harus menghentikan suplai energi untuk pembentukan bunga.

b.  Serangan hama dan penyakit

Ketika tanaman terserang hama dan penyakit, respon mereka yang paling awal adalah membentuk senyawa pertahanan alamiah agar tanaman dapat terus hidup dan tumbuh. Pembentukan senyawa pertahanan ini juga membutuhkan energi. Menggugurkan bunga merupakan suatu mekanisme alamiah oleh tanaman untuk mengurangi beban metabolisme demi prioritas bertahan hidup.

c.  Kurangnya sinar matahari saat fase berbunga

Sumber energi utama bagi tanaman adalah sinar matahari. Oleh karenanya kecukupan sinar matahari adalah syarat utama bagi terbentuknya bunga dan buah. Cuaca mendung yang terlalu sering pada saat tanaman sedang giat berbunga akan menghentikan suplai energi yang mencukupi bagi tanaman. Dampaknya proses pematangan bunga pun tidak dapat berlanjut dan banyak yang berguguran.

Dalam jaringan tubuh tanaman terdapat semacam zat ‘penangkap, penyimpan dan pengatur’ energi cadangan yang disebut senyawa adenosine tri phosphate (ATP). Bahan utama pembentuk ATP ini adalah unsur fosfat (P). Semakin banyak kandungan ATP dalam tubuh tanaman akan semain banyak energi cadangan yang tersimpan dalam tubuh tanaman, sehingga ketika tanaman kekurangan energi disaat pembentukan bunga dan buah, dampaknya tidak akan merugikan. Inilah penjelasannya mengapa dalam ilmu pertanian, biasanya kita disarankan mencukupi unsur P di saat menjelang pembentukan bunga.

Aplikasi FOCUS P yang mengandung unsur fosfat dalam bentuk available di saat tanaman menjelang berbunga hingga terbentuk calon buah sangat sangat tepat untuk mencukupi energi metabolisme pada fase-fase “rawan” tersebut pada saat yang tepat.

 

5.  Defisiensi unsur kalsium (Ca)

Defisiensi kalsium bisa menjadi salah satu penyebab kerontokan bunga dan buah. Kalsium merupakan unsur hara yang berperan penting dalam pembentukan dinding sel tanaman tak terkecuali pada tangkai bunga dan buah. Defisiensi Ca pada tanaman yang sedang berbunga berakibat pada menipisnya dinding sel dan lignin sehingga tanaman akan rentan. Bagian yang paling rawan terdampak adalah pangkal bunga / buah ditandai dengan keguguran. Saat tanaman sedang mempersiapkan bunga, sangat mencukupi unsur kalsium dengan BLACK CALCIUM yang dilengkapi dengan humat dan mineral kationik untuk memperkuat tangkai bunga dan buah.

 


--- Tahapan keberhasilan adalah: mempelajari, kemudian mencoba, kemudian berusaha sebaik mungkin.