ARTIKEL

Mengenal Jenis-jenis Pupuk Kalsium, Mana yang Cocok?


Widodo Dripp

Jumat,02 Desember 2022

Mengenal Jenis-jenis Pupuk Kalsium, Mana yang Cocok?

10041

     

Kalsium, yang disimbolkan dengan Ca bagi tanaman merupakan unsur hara makro sekunder yang tingkat kebutuhannya berada di bawah unsur makro primer (N, P dan K), dan sejajar dengan Mg dan S. Meski sekunder namun kebutuhannya tak kalah esensial dengan unsur-unsur makro primer. Kalsium digolongkan ke dalam unsur makro karena dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar, sedangkan digolongkan sekunder karena pemberian unsur kalsium ini tidak selalu wajib, melainkan perlu diberikan dalam situasi dan kondisi tertentu. Mengapa demikian? Karena pada tanah-tanah yang belum terlalu intensif ditanami, seperti kebun baru kandungan kalsium dalam tanah masih cukup memadai. Namun pada lahan-lahan pertanian yang intensif (bertahun-tahun selalu ditanami) ketersediaan kalsium dalam tanah makin menipis sehingga perlu adanya penambahan melalui pupuk kalsium.

Bahkan status kalsium itu bisa naik kasta dari makro sekunder ke makro primer pada sistem pertanian hidroponik, karena dalam media air sangat sedikit terkandung kalsium. 

 

Manfaat Kalsium Bagi Tanaman

Kalsium dimanfaatkan tanaman dalam bentuk ion Ca2+. Rata-rata ditemukan sebesar 0,1% hingga 5% dari bobot kering tanaman (Marschner, 1995) pada tanaman semusim. Sedangkan pada tumbuhan menahun dan berkayu jumlahnya lebih dari itu. Peran utama kalsium pada tanaman secara umum adalah :

1. Sebagai unsur hara pembangun (peran struktural),  

Kalsium bersama unsur karbon dalam tubuh tanaman membentuk ikatan yang berupa dinding-dinding sel yang membungkus protoplasma, yaitu suatu cairan sangat pekat berisi berbagai macam zat-zat atau senyawa organik yang memerankan fungsinya masing-masing seperti ion-ion, asam amino, monosakarida, polisakarida, air, asam nukleat, protein, lipida atau lemak, enzim, klorofil khususnya pada sel-sel daun, dan masih banyak lagi lainnya. Bisa dibayangkan sebutir sel itu seperti sebutir telur ayam. Peran kalsium sebagai unsur pembangun inilah yang membuat batang tanaman bisa berdiri tegak, daun-daunnya tidak lembek, dan bunga / buah menempel pada tangkainya.

2. Sebagai unsur pengangkut (peran fungsional),  

Dalam tubuh tanaman, ion-ion kalsium sebenarnya tidak dapat bergerak, istilahnya immobile. Namun ketika bersenyawa dengan nitrat, fosfat, dan klorida maka kalsium ini akan menjadi reaktif dan bergerak mengangkut anion-anion tersebut ke bagian-bagian yang membutuhkan termasuk ujung akar, tunas, cabang, bunga dan buah. Jadi bisa dibayangkan kalsium seperti abang ojek yang mangkal ketika tak ada penumpang, dan baru berjalan jika ada penumpang. Fungsi pengangkut anion ini selain diperankan oleh kalsium, juga diperankan oleh kalium.

Jenis-jenis Pupuk Kalsium

1. Kalsium nitrat (CN)

Merupakan bentuk kalsium kristalin larut air. Ada 2 tipe kalsium nitrat yaitu kalsium nitrat anhidrat dan kalsium nitrat tetrahidrat. Yang anhidrat adalah bentuk murni yang tidak mengandung molekul H2O atau air, penggunaannya untuk berbagai industri. Sedangkan yang tetrahidrat mengandung 4 molekul H2O / air yang menyatu dengan kalsium nitrat membentuk kristal, jenis inilah yang lebih cocok dipakai untuk pupuk.

"Kok ada kandungan airnya ya?"  

"Iya karena senyawa murni itu sangat bernafsu menarik air untuk diikat dan hidup bersamanya menjadi keluarga yang harmonis dan lebih stabil."  

Selain menyediakan unsur kalsium juga menyediakan unsur nitrogen dalam bentuk nitrat. Terdiri dari beragam bentuk yaitu granul, tepung kristal, maupun kepingan (flake) yang berwarna putih agak jernih. Cepat dan mudah larut dalam air. Mempunyai kisaran pH 6 hingga 7 atau cenderung netral. Komposisi unsur nitrogen dalam bentuk nitrat dengan kalsium cukup variatif yang ada di pasaran, dan umumnya 15% nitrogen dalam bentuk nitrat, dan 26% kalsium dalam bentuk kalsium oksida.

Kelebihan dari kalsium nitrat diantaranya:

  • Sangat cepat diserap tanaman.
  • Mengatasi masalah defisiensi kalsium pada titik-titik tumbuh bagian atas (tunas).
  • Cocok digunakan pada tanaman-tanaman keras atau tanaman buah menahun dengan cara aplikasi foliar (penyemprotan daun).

Kekurangan kalsium nitrat diantaranya:

  • Bersifat higroskopis (menarik air), sehingga dalam penggunaanya tidak boleh melebihi konsentrasi yang dianjurkan.
  • Karena sifatnya yang sangat higroskopis, aplikasi saat cuaca panas / banyak angin bisa mempercepat pengkristalan pada permukaan daun sehingga berpotensi menarik cairan sel keluar (plasmolisis). Efeknya daun mengering di beberapa bagian, umumnya di tepian.

2. Kalsium amonium nitrat (CAN) 

Merupakan bentuk kalsium kristalin larut air, dan penyempurnaan dari pupuk kalsium nitrat. Dibuat dari penggabungan kalsium oksida dengan amonium nitrat sehingga sifat higroskopis bisa dikurangi. Tersedia di pasaran dalam bentuk granul maupun tepung kristal berwarna putih. Mudah larut di dalam air namun tidak secepat kalsium nitrat. Mempunyai kisaran pH 5 hingga 7, tergantung komposisinya. Komposisi nitrogen berupa nitrat dan amonium dengan kalsium cukup variatif di pasaran, namun umumnya memiliki komposisi 27% N (yang terbagi atas 13,5% N nitrat dan 13,5% N amonium) dan 12% kalsium oksida (= 6% Ca).

Kelebihan dari kalsium amonium nitrat diantaranya:

  • Cukup cepat terserap tanaman.
  • Dapat digunakan pada fase pertumbuhan melalui aplikasi foliar (penyemprotan daun) maupun ditaburkan pada area perakaran untuk merangsang pertumbuhan sekaligus memperkuat figur tanaman muda.
  • Mengatasi masalah defisiensi kalsium pada titik-titik tumbuh bagian atas (tunas) maupun bagian bawah (serabut akar).

Kekurangan kalsium amonium nitrat diantaranya:

  • Jika diaplikasikan pada perakaran mudah tercuci oleh aliran air hujan, sehingga sebaiknya diaplikasikan saat musim kering sebagai kocoran.
  • Sama halnya dengan kalsium nitrat, bersifat higroskopis jika diaplikasikan pada daun sehingga dosis atau konsentrasinya tidak boleh melebihi anjuran.

Kalsium amonium nitrat cocok digunakan sebagai pupuk hidroponik karena selain menyediakan unsur kalsium utama yang mudah larut, juga menyediakan unsur N dalam bentuk nitrat dan amonium yang memadai.

3. Kalsium klorida (CaCl2)

Merupakan bentuk kalsium kristalin larut air. Dibuat melalui reaksi kimia antara alkali kalsium karbonat atau kalsium oksida dengan asam klorida (HCl). Pada umumnya berbentuk kepingan (flake) berwarna putih dan ada pula yang berbentuk granul. Sangat mudah dan cepat larut dalam air dengan tingkat kelarutan 494 gram per liter air pada suhu 25 °C. Sedangkan pH-nya berkisar antara 6 hingga 8. Sama halnya dengan jenis kalsium larut air lainnya (kalsium nitrat maupun CAN), kalsium klorida juga bersifat higroskopis. Kalsium klorida teknis terdiri dari anhidrat dan beberapa hidrat yaitu heksahidrat (8H2O), tetrahidrat (4H2O), dan dihidrat (2H2O). Semakin tinggi angka hidrasinya maka semakin rendah sifat higroskopisnya.

Penggunaan kalsium klorida sebagai pupuk pertanian sebenarnya kurang begitu populer, karena hanya mensuplai kalsium, sedangkan klorinnya tidak banyak dibutuhkan tanaman.  

Kelebihan dari penggunaan kalsium klorida hanyalah pada kemudahan dan kecepatannya larut dan dimanfaatkan oleh tanaman. Alih-alih menggunakan kalsium klorida, petani lebih memilih menggunakan CN atau CAN untuk pupuk tanaman karena ada kandungan unsur nitrogennya.

Kekurangan dari penggunaan kalsium klorida sama halnya dengan kekurangan yang ada pada kedua kalsium kristal tersebut.

4. Kalsium karbonat (CaCO3)

Inilah bentuk alami kalsium terbesar di permukaan bumi. Terbentuk dari cangkang-cangkang hewan laut, tulang belulang hewan laut, dan yang terbesar adalah dari fitoplankton bernama kokolitofor (coccolithophore), jenis alga purba terbanyak yang mengendap dan membatu di dasar lautan. Endapan batuan kalsium berusia jutaan tahun itu naik ke permukaan bumi dan membentuk pegunungan kapur karena desakan kerak bumi yang membuat lempeng samudera naik menjadi daratan. Oleh karenanya pegunungan kapur biasa kita dapati di wilayah-wilayah tepian lempeng bumi seperti selatan pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan barat pulau Sumatera. Untuk menjadikannya pupuk, batuan kalsium itu harus melalui proses pemurnian dan penepungan menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

Kelebihan dari kalsium karbonat diantaranya:

  • Memiliki kisaran pH tinggi yaitu 8 hingga 9 (alkali), sehingga bisa menjadi penyeimbang pH pada tanah asam serta permukaan tanaman yang terlapisi lapisan asam dari air hujan.
  • Dengan daya larut rendah justru terserap oleh tanaman secara slow release (perlahan) sesuai kebutuhan tanaman sehingga sel-sel tanaman tidak terlalu kenyang oleh kalsium.
  • Selain sebagai sumber unsur hara kalsium, aplikasi kalsium karbonat pada daun terbukti mampu menghambat inkubasi jamur patogen karena pH-nya yang alkalis plus kemampuannya menyerap kelembaban udara.
  • Tidak bersifat higroskopis, sehingga tak perlu khawatir tanaman akan mengalami plasmolisis jika diaplikasikan melebihi dosis anjuran.
  • Aman diaplikasikan baik pada musim hujan maupun kemarau.
  • Cocok dikombinasi dengan fungisida tembaga untuk mengurangi fitotoksisitas tembaga.
  • Bisa mereduksi (mengerem) pertumbuhan tanaman yang terlalu vigor akibat kelebihan nitrogen dan mengeraskan sel-sel tanaman yang terlalu lunak.

Kekurangan dari kalsium karbonat diantaranya:

  • Tingkat kelarutan dalam air sangat rendah (hanya 0.013 gr/1 liter air pada suhu 25 °C). Meski demikian kelarutan ini akan meningkat pada cairan asam.
  • Tidak cocok dikombinasi dengan aplikasi pestisida yang berbentuk larutan (SP, SL, SG, WSC).
  • Hanya menyediakan 1 unsur hara yaitu kalsium.
  • Kurang cocok untuk tanaman fase vegetatif awal.

5. Kalsium sulfat

Kalsium sulfat adalah hasil reaksi antara alkali kalsium karbonat / oksida dengan asam sulfat. Bisa juga merupakan hasil samping dari pembuatan superfosfat (misalnya SP 36 dan TSP). Saat berbentuk tepung kalsium sulfat adalah senyawa anhidrat (tidak mengandung air). Namun saat dicampurkan air (terhidrasi), sebagian air itu akan terikat, menjadikannya mudah dibentuk granul, flake, bahkan papan-papan dan bentuk-bentuk lain. Kalsium sulfat terhidrasi inilah yang disebut gipsum. Penggunaannya kalsium sulfat anhidrat maupun terhidrasi lebih banyak di bidang konstruksi dan industri. Namun kekinian juga banyak dipakai untuk agrikultur, sehingga di luar negeri sana dijuluki "an old product with a new use" (barang lama dengan penggunaan baru).

Kalsium sulfat sebagai pupuk di pasaran dijual dalam bentuk tepung anhidrat dengan kandungan 29% Ca dan 23% S. Maupun dalam bentuk granul gipsum (kalsium sulfat dihidrat / CaSO4.2H2O) dengan kandungan maksimal 26% Ca dan 20,7% S.  

"Lho, jadi plafon rumah dan patung yang dari gipsum itu bisa bermanfaat untuk pertanian juga ya kalau dibikin tepung dulu?"

"Ngapain susah-susah, beli saja di toko pertanian, murah kok."

Kalsium sulfat anhidrat mempunyai daya larut 240 gram/liter air, lebih cocok digunakan pada lahan-lahan yang sangat porous dan berpasir karena kemampuannya menstabilkan partikel tanah. Sedangkan kalsium sulfat dihidrat atau gipsum daya larutnya lebih rendah yaitu 2,4 gram/liter air lebih cocok untuk lahan-lahan sawah yang biasa tergenang air. Karena sifatnya itulah barangkali kalsium sulfat lebih banyak berperan sebagai pembenah tanah atau penstabil tanah dibandingkan perannya sebagai sumber kalsium.

6. Kalsium compound

Yang dimaksud kalsium compound atau kalsium kombinasi merupakan pupuk kalsium yang dilengkapi dengan unsur-unsur lainnya baik anorganik maupun organik. Kalsium compound sangat banyak variasi komposisinya di pasaran dengan beragam merek dagang berikut manfaat serta kelebihannya masing-masing. Contoh kalsium compound adalah kalsium magnesium karbonat. Meski sama-sama mengandung kalsium dan magnesium, perlu kita bedakan dengan dolomit. Kalsium magnesium karbonat ini merupakan hasil formulasi pabrikan yang berfungsi sebagai pupuk, sedangkan dolomit merupakan mineral alami yang lebih berfungsi sebagai pembenah tanah. Salah satu produk kalsium magnesium karbonat adalah KALSIUM MILD yang spesifikasinya bisa dilihat di sini.

Sedangkan di kelas kalsium compound organik misalnya kalsium humat dengan merek dagang BLACK CALCIUM yang spesifikasinya bisa dilihat di sini.  

Kalsium compoud tidak hanya berbentuk padatan namun juga tersedia juga produk-produk berbentuk cair dengan variasi formula dan merek dagang yang sangat beragam. Karena begitu beragam, susah untuk membahasnya satu persatu. 

"Okelah, nanti bisa kita tanyakan saja langsung ke salesnya atau formulatornya, beres"

Penutup

Menyinggung kembali penjelasan di awal artikel, mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan pepohonan di hutan belantara yang sudah tumbuh bertahun-tahun, dari mana mereka mendapatkan kalsium. Jawabannya dari lapisan tanah yang lebih dalam dengan cara memanjangkan akar-akarnya, dan dari daur ulang sisa-sisa tumbuhan yang telah mati menjadi humus dengan cara melebarkan serabut akarnya untuk memungut sisa-sisa kalsium hasil daur ulang alam. Suatu hal yang tak mungkin dilakukan oleh tanaman budidaya pertanian.

 


"Persiapan yang terbaik untuk hari esok adalah melakukan pekerjaan hari ini dengan sangat baik"